28 November 2010 ~ 0 Comments

perencanaan promosi kesehatan

PERENCANAAN PROGRAM PROMOSI KESEHATAN

SOAL

I.Lokasi Praktek

RW 2 Kelurahan Kemayoran Surabaya tanggal 11 Mei-13 Juni 2009.

Pengkajian/pengimpulan data dilakukan tanggal 13-15 Mei 2009.

Total sampling seluruh warga di wilayah RW 2.

Data Umum:

1.Luas wilayah 2 Km2, jumlah penduduk 2850 jiwa.

Jumlah KK 49%

Perempuan 51%

Terdiri dari:

-Balita 9%

-Anak-anak 12%

-Remaja 13%

-Dewasa 57%

-Lansia 9%

Berdasarkan agama:

-Islam 94%

-Kristen/Katolik 5/7%

-Budha 0,1%

-Hindu 0,2%

Kepadatan Penduduk 1425/Km2

Pendidikan Penduduk 98% formal 2% non formal, terdiri dari:

-Tidak sekolah 6%

-TK 2%

-SMP 20%

-SMU 33%

-PT 7%

2.Lingkungan Fisik

  • Pemanfaatan air minum PAM 71%
  • Air minum steril 29%
  • Yang selslu dimasak 6%
  • Pembuangan sampah 100% diangkut petugas
  • Pembuangan air limbah 99% lancer
  • Kepemilikan jamban 99%, yang tidak memiliki 1% (WC umum), 95% keadaan jamban bersih
  • Keadaan rumah 99,7% tegel,ventilasi 87% ada, !3% tidak ada
  • Luas kamar tidur yang memenuhi syarat 55%, tidak memenuhi 45%
  • Penerangan oleh cahaya matahari 55% cukup, 15% kurang

3.Fasilitas Umum Dan Kesehatan Yang Dimiliki:

  • Masjid 1
  • Mushola 1
  • Balai RW 1
  • RT 14
  • TK 1
  • Kegiatan Kelompok:

-Pengajian 1

-Ceramah Agama 1

-PKK 1

-TPA 2

  • Puskesmas Pembantu 1
  • Puskesmas Induk 1
  • Praktik Dokter Swasta 1
  • Posyandu 2

4.Pemanfaatan Fasilitas Kesehatan:

  • Puskesmas Pembantu 9%
  • Peskesmas 39%
  • Rumah Sakit 33%
  • Dokter Swasta 16%
  • Bidan Polindes 1%
  • Sarana Kesehatan Lain 2%

5.Sosial Ekonomi

Jenis Pekerjaan:

  • PNS / ABRI 7%
  • Pegawai Swasta 51%
  • Wiraswasta 31%
  • Petani Sawah / Tambak 2%
  • Buruh Pabrik 9%
  • Lain-lain 9%

Status Pekerjaan:

Penduduk Bekerja 49%, tidak bekerja  51%

Penghasilan Rata-Rata/bulan;

  • > 800.000 73%
  • Diatas 2.000.000 27%
  • Sarana Transportasi:

-Tidak Punya 29%

-Sepeda Pancal 52%

-Motor 13%

-Mobil 6%

  • Komunikasi:

-Radio 29%

-TV 43%

-Telepon 28%

6.Peran Serta Masyarakat

  • Kader Kesehatan 13 orang
  • Kader Posyandu 30 orang

II.Data Status Kesehatan

  • Kesehatan ibu dan anak, jumlah bumil 17%, pemeriksaan kehamilan teratur 94%, tidak teratur 6%
  • Jumlah balita 102, imunisasi lengkap 89%, belum lengkap 11%
  • Pemeriksaan balita ke posyandu / puskesmas teratur 96%, tidak teratur 4%
  • Status gizi balita berdasarkan KMS:

-Garis hijau 80%

-Garis kuning 19%

-Garis merah 1%

  • KB

Jumlah PUS 287 orang, ikut KB 70%, belum ikut 30%

  • Kesehatan Remaja

Jenis usia remaja 371 orang

Jenis kegiatan pengisi waktu luang:

-Kumpul 10%

-Kursus 2%

-OR 7%

-Remas / gereja 31%

-Lain-lain 47%

  • Kesehatan Lain:

Jumlah lansia 244 orang, ada masalah kesehatan 64%, tidak ada masalah 36%, pendapat lansia terhadap program kegiatan untuk usia yang merasa perlu 17%, yang tidak perlu 18%, posyandu lansia tidak ada

  • Distribusi penyakit di masyarakat dalam 6 bulan terakhir:

-ISPA 12%

-DBD 4%

-Penyakit gigi 6%

-Penyakit mata 8%

-Hipertensi 20%

-Jantung 1%

-Diare 1%

-Penyakit kulit 4%

-Penyakit otot dan tulang 30%

-DM 9%

-Jiwa 3%

-Stroke 2%

Membuat Perencanaan Program Promosi Kesehatan

1.Menemukan masalah

No Identifikasi Masalah Sifat / Justifikasi
1. Jumlah WC umum kurang
  • Jamban sifatnya penting, jika tidak memiliki jamban dapat menyebarkan penyakit yang berbahaya
  • Kemungkinan bagi warga yang tidak mempunyai jamban:

-          Warga tersebut kos / kontrak

-          Keterbatasan ekonomi

-          Keterbatasan lahan

-          Kurangnya pengetahuan

Kemungkinan fatalitas sangat kecil

2. Ada 13% rumah yang tidak punya ventilasi Ventilasi sifatnya juga penting, ventilasi berperan penting dalam pertukaran udara yang sangat berpengaruh bagi kehuidupan manusia.

Kemungkinan bagi warga yang tidak mempunyai ventilasi:

-          Warga tersebut kos / kontrak

-          Kurangnya pengetahuan

-          Keterbatasan ekonomi

Jika tidak mempunyai ventilasi dapat menimbulkan gangguan pernapasan.

Kemungkinan fatalitas kecil.

3. Luas kamar yang tidak memenuhi 45% Kemungkinan bagi warga yang tidak memiliki luas kamar yang cukup:

-          Keterbatasan lahan

-          Keterbatasan ekonomi

-          Kurangnya pengetahuan

Kemungkinan fatalitas kecil

4. Status pekerjaan: tidak bekerja 51% Status pekerjaan: tidak bekerja 51% dapat menyebabkan  banyaknya pengangguran yang berdampak pada banyaknya kriminal.

Kemungkinan tidak bekerja:

-          Kurang lahan  pekerjaan

-          Minimnya pendidikan warga

-          Kurangnya keterampilan

-          Pengaruh lingkungan sekitar

5. Tidak punya sarana transportasi Kemungkinan tidak punya sarana transportasi karena ketebatasan ekonomi.
6. Imunisasi belum lengkap pada balita Imunisasi sangat penting bagi bayi, jika kurang adanya imunisasi pada bayi dapat menyebabkan:

-          Mudah terserang penyakit

-          Kelaianan pada bayi

Kemungkinan kurang lengkapnya imunisasi:

-          Kurangnya pengetahuan

-          Kurangnya penyuluhan / promosi kesehatan oleh kader kesehatan setempat

Fatalitas  kurangnya imunisasi:

-          Mudah terserang penyakit

-          Kelainan pada bayi

-          Faktor kematian pada bayi

7. Adannya masalah pada kesehatan lansia Kemungkinan masalah yang terjadi:

-          Kurangnya penyuluhan / promosi kesehatan oleh kader kesehatan setempat

-          Kurangnya pengetahuan warga

-          Kebiasaan-kebiasaan lansia yang dapat menyebabkan masalah

Fatalitas terdapatnya masalah kesehatan lansia cukup besar.

8. Posyandu lansia tidak ada Kemungkinan penyebab tidak adanya posyandu:

-          Kurangnya perhatian kader kesehatan terhadap kesehatan lansia

Posyandu lansia dianggap suatu hal yang tidak penting oleh warganya.

Bila tidak tedapat posyandu lansia akan menyebabkan masalah pada kesehatan lansia,tingginya penyakit yang menyerang lansia.

9. Penyakit ISPA ISPA merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi sekarang ini.

Kemungkinan penyebab terjadinya penyakit itu:

-          Lingkungan yang kurang sehat

-          Kebiasaan warga sekitar yang tidak menjaga kebersihan

-          Makanan juga menjadi salah satu penyebabnya

Kemungkinan fatalitasnya kecil.

10. Hipertensi Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang berbahaya jika sampai terjadi komplikasi.

Kemungkinan penyebab terjadinya penyakit:

-          Pola hidup yang tidak sehat

-          Faktor genetik / keturunan

-          Faktor stress

Kemungkinan fatalitas cukup tinggi.

11. Penyakit otot dan tulang Penyakit otot dan tulang merupakan salah satu penyakit yang sering diderita oleh masyarakat dewasa pada umumnya.

Kemungkinan penyebab adanya penyakit ini:

-          Kurangnya olah raga

-          Pola makan yang tidak sehat

-          Kurangnya kesadran dalam kesehatan

Kemungkinan fatalitas jarang menimbulkan kematian.

2.Menentukan Prioritas Masalah

Dalam hal ini, menentukan maasalah dapat dilakukan dengan cara mengundang tokoh – tokoh dalam masyarakat. Dari pertemuan / perundingan antar tokoh – tokoh masyarakat tersebut akan dibahas mengenai maasalah – masalah yang sudah didaftar tersebut. Setelah itu, dari sejumlah masalah tersebut akan diambil beberapa masalah yang sekiranya dianggap warga itu penting dan menjadi suatu ketidaknyamanan. Hasil dari pertemuan / perundingan itu diambil masalah yang terberat, yang sekiranya masalah tesebut dianggap suatu masalah yang besar.

Dari masalah  masalah tersebut akan ditentukan masalah yang akan dipilih sebagai masalah terberat dengan cara sebagai berikut:

No Jenis Masalah Prevalensi Fatalitas Tingkat Beratnya Total
1. Imunisasi kurang lengkap 11% 25% 35% 5
2. Hipertensi 20% 20% 30% 4
3. Penyakit otot dan tulang 30% 35% 40% 9

3. Penetapan Tujuan

a. Tujuan Umum :

  • Menurunkan jumlah atau angka kejadian penyakit otot dan tulang yang kebanyakan terjadi pada warga masyarakat Krembangan khususnya orang dewasa usia antara >30 th.

b. Tujuan khusus :

  • Spesifik: ditujukan untuk orang dewasa antara usia >30 th.
  • Measurable: berkurangnya jumlah angka keejadian penyakit otot dan tulang dengan kriteria:
  1. Keluhan warga terhadap penyakit otot dan tulang berkurang.
  2. Aktivitas dapat berjalan lancar.
  3. Dapat mengurangi penyakit otot dan tulang dengan mengadakan senam otot dan tulang seperti senam kebugaran.
  • Achievable : Penelitian ini diharapkan dapat dijangkau oleh seluruh warga masyarakat. Sehingga program promosi kesehatan ini dapat berjalan dengan baik.
  • Reliable : Penelitian ini diharapkan nyata dan dapat terealisasikan dengan baik kepada seluruh warga masyarakat.
  • Time : Penelitian ini dilaksanakan selama 5 minggu antara tanggal 11 mei – 13 juni 2009 dengan waktu pelaksanaan penyuluhan yang dilaksanakan pada tanggal 11 juni 2009.

4. Sasaran

Sasaran dari kegiatan penelitian ini ditujukan pada 3 sasaran yang terdiri dari :

  1. Sasaran primer

Sasaran langsung yang ditujukan pada semua warga masyarakat Krembangan khususnya warga dewasa yang berusia > 30 th.

  1. Sasaran sekunder

Dalam hal ini yang berperan yaitu perawat sebagai fasilitator masyarakat.

  1. Sasaran tersier

Dalam hal ini sasaran yang membuat suatu kebijakan yang dapat membantu lancarnya kegiatan promosi kesehatan yaitu kepala desa beserta perangkat desa.

Strategi pendekatan

a. Advokasi

Advokasi adalah upaya atau proses yang strategis dan terencana untuk mendapatkan komitmen dan dukungan dari pihak-pihak yang terkait (stakeholders). Advokasi diarahkan untuk menghasilkan dukungan yang berupa kebijakan (misalnya dalam bentuk peraturan perundang-undangan), dana, sarana, dan lain-lain sejenis.
Stakeholders yang dimaksud bisa berupa :

  • tokoh masyarakat formal yang umumnya berperan sebagai penentu kebijakan pemerintahan dan penyandang dana pemerintah.
  • tokoh-tokoh masyarakat informal seperti tokoh agama, tokoh adat, dan lain-lain yang umumnya dapat berperan sebagai penentu “kebijakan” (tidak tertulis) di bidangnya.
  • Yang juga tidak boleh dilupakan adalah tokoh-tokoh dunia usaha, yang diharapkan dapat berperan sebagai penyandang dana non-pemerintah.
  • Perlu disadari bahwa komitmen dan dukungan yang diupayakan melalui advokasi jarang diperoleh dalam waktu singkat.
  • Pada diri sasaran advokasi umumnya berlangsung tahapan-tahapan, yaitu (1) mengetahui atau menyadari adanya masalah, (2) tertarik untuk ikut mengatasi masalah,     (3) peduli terhadap pemecahan masalah dengan mempertimbangkan berbagai alternatif pemecahan masalah, (4) sepakat untuk memecahkan masalah dengan memilih salah satu alternatif pemecahan masalah, dan (5) memutuskan tindak lanjut kesepakatan. Dengan demikian, maka advo-kasi harus dilakukan secara terencana, cermat, dan tepat.
  • Bahan-bahan advokasi harus disiapkan dengan matang, yaitu:
  • Sesuai minat dan perhatian sasaran advokasi.
  • Memuat rumusan masalah dan alternatif pemecahan masalah.
  • Memuat peran si sasaran dalam pemecahan masalah.
  • Berdasarkan kepada fakta atau evidence-based.
  • Dikemas secara menarik dan jelas.
  • Sesuai dengan waktu yang tersedia.

b. Bina suasana / Social support

Adalah upaya menciptakan opini atau lingkungan sosial yang mendorong individu anggota masyarakat untuk mau melakukan perilaku yang diperkenalkan.
Seseorang akan terdorong untuk mau melakukan sesuatu apabila lingkungan sosial di mana pun ia berada (keluarga di rumah, orang-orang yang menjadi panutan/idolanya, kelompok arisan, majelis agama, dan lain-lain, dan bahkan masyarakat umum) memiliki opini yang positif terhadap perilaku tersebut.
Tiga pendekatan :

•Pendekatan Individu,
•Pendekatan Kelompok,dan
•Pendekatan Masyarakat Umum
Bina Suasana Individu:
• Bina Suasana Individu ditujukan kepada individu-individu tokoh masyarakat.
• Dengan pendekatan ini diharapkan :
- dapat menyebarluaskan opini yang positif terhadap perilaku yang sedang diperkenalkan.
- dapat menjadi individu-individu panutan dalam hal perilaku yang sedang diperkenalkan. Yaitu dengan bersedia atau mau mempraktikkan perilaku yang sedang diperkenalkan tersebut (misalnya seorang tokoh masyarakat yang melakukan kegiatan olah raga untuk menjaga kesehatan tubuh)
- dapat diupayakan agar mereka bersedia menjadi kader dan turut menyebarluaskan informasi guna menciptakan suasana yang kondusif bagi perubahan perilaku individu.

Bina Suasana Kelompok:
Bina Suasana Kelompok ditujukan kepada kelompok-kelompok dalam masyarakat, seperti pengurus Rukun Tetangga (RT), pengurus Rukun Warga (RW), Majelis Pengajian, Perkumpulan Seni, Organisasi Profesi, Orga-nisasi Wanita, Organisasi Siswa/Mahasiswa, Organisasi Pemuda, dan lain-lain. Pendekatan ini dapat dilakukan oleh dan atau bersama-sama dengan pemuka/tokoh masyarakat yang telah peduli.
•          Dengan pendekatan ini diharapkan kelompok-kelompok tersebut menjadi peduli terhadap perilaku yang sedang diperkenalkan dan me-nyetujui atau mendukungnya.
•         Bentuk dukungan ini dapat berupa kelompok tersebut bersedia juga mempraktikkan perilaku yang sedang diperkenalkan,  mengadvokasi pihak-pihak yang terkait, dan atau melakukan kontrol sosial terhadap individu-individu anggotanya.

Bina Suasana Masyarakat Umum
Bina Suasana Masyarakat Umum dilakukan terhadap masyarakat umum dengan membina dan memanfaatkan media-media komunikasi, seperti radio, televisi, koran, majalah, situs internet, dan lain-lain, sehingga dapat tercipta pendapat umum yang positif tentang perilaku tersebut.
Dengan pendekatan ini diharapkan :

  • media-media massa tersebut menjadi peduli dan mendukung perilaku yang      sedang diperkenalkan.
  • Media-media massa tersebut lalu bersedia menjadi mitra dalam rangka menyebar-luaskan informasi tentang perilaku yang sedang diperkenalkan dan menciptakan pendapat umum (opini publik) yang positif tentang perilaku tersebut.
  • Suasana atau pendapat umum yang positif ini akan dirasakan pula sebagai pendukung atau “penekan” (social pressure) oleh individu-individu anggota masyarakat, sehingga akhirnya mereka mau melaksanakan perilaku yang sedang diperkenalkan.
  1. Empowernment / pemberdayaan masyarakat

Empowernment adalah proses pemberian informasi secara terus-menerus dan berkesinambungan mengikuti per-kembangan sasaran, serta proses membantu sasaran, agar sasaran tersebut berubah dari tidak tahu menjadi tahu atau sadar (aspek knowledge), dari tahu menjadi mau (aspek attitude), dan dari mau menjadi mampu melaksanakan perilaku yang diperkenalkan (aspek practice).

Sasaran utama pemberdayaan:

1. Individu

2. Keluarga

3. Kelompok masyarakat

Jenis Kegiatan

Analisa terhadap kebiasaan warga :

Pada tahap ini dikaji semua hal-hal yang dapat memicu timbulnya penyakit otot dan tulang. Kebiasaan-kebiasaan warga yang memungkinkan terjadinya penyakit otot dan tulang tersebut yaitu :

  • Pola makan yang kurang sehat

Pola makan yang kurang sehat tentu dapat memicu timbulnya penyakit otot dan tulang. Misalnya saja makan-makanan yang mengandung kolesterol. Makan yang dapat menyebabkan asam urat contohnya makan-makanan yang mengandung purin tinggi seperti jeroan,emping, mlinjo, bayam, kangkung, daun singkong, asparagus, kacang-kacangan, remis, kerang, dan sarden. Warga yang memiliki kebiasaan pola makan yang kurang sehat ini ada sekitar 75% dari warga sekitar. Karena banyak orang menganggap kalau hanya makanan

Adanya kebiasaan itu dalam masyarakat, mungkin dikarenakan beberapa faktor:

  1. Kurangnya pengetahuan warga
  2. Kebiasaan warga mengkonsumsi makanan tersebut
  3. Suka terhadap makanan itu
  4. Kurang adanya perhatian dari kader kesehatan terhadap kebiasaan warga tersebut.
  • Kebiasaan tidak berolah raga

Olah raga merupakan salah satu cara menjaga kesehatan tubuh. Olah raga penting bagi manusia. Sebagian besar orang yang jarang atau bahkan tidak pernah berolah raga sudah pasti akan mengalami penyakit otot dan tulang. Warga yang memiliki kebiasaan tidak penah melakukan olah raga ada sekitar 85%. Salah satu kebiasaan warga adalah malas untuk berolah raga. Mereka tidak sadar akan pentingnya olah raga. Dengan melakukan olah raga tubuh bergerakkan, sehingga otot tidak kaku. Olah raga tidak harus mahal, hanya dengan berjalan kaki disekitar rumah setiap pagi.

Adanya kebiasaan itu dalam masyarakat, mungkin dikarenakan beberapa faktor:

  1. Tidak adanya waktu / sibuk karena pekerjaan
  2. Kurangnya pengetahuan warga
  3. Kurang adanya perhatian kader kesehatan terhadap kebiasaan warga
  • Kurang kesadaran dalam kesehatan

Penyakit otot dan tulang sebagian besar diderita warga dewasa yang berusia antara 30-50 th, penyakit ini kebanyakan tidak disertai oleh penderitanya. Para penderitanya akan pergi berobat bila sakit parah. Dan kebanyakan warga menganggap enteng penyakit tersebut. Sebagian besar warga Indonesia memang tidak terlalu memperhatikan penyakit otot dan tulang.

5. Isi Kegiatan

Kegiatan penelitian ini bertujuan untuk memberikan pengertian pada warga tentang bagaimana mengatur pola makan yang teratur, berolah raga dan memberikan pendidikan terhadap kurangnya pengetahuan tentang kesehatan.

Tahap Pelaksanaan:

Untuk mengurangi jumlah masalah kesehatan kita perlu mengadakan:

- Penyuluhan terhadap warga  yang bertujuan untuk memberi pengertian pada warga  bahwa kita perlu membiasakan pola hidup sehat.

- Pembentukan kader – kader kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Pelaksanaan penyuluhan dilaksanakan pada tanggal 11 – 13 Juni 2009, pengumpulan warga yang akan melaksanakan diskusi antara tanggal 13 – 15 Mei 2009, dan pelaksanaan kegiatan dilaksanakan tanggal 14 Mei 2009.

6. Metode Dan Sarana
Terdapat dua hal yang menentukan keberhasilan komunikasi, yaitu:
(1) metode komunikasi, dan
(2) sarana atau media pendukung komunikasi.

Metode komunikasi
Pemberdayaan dapat dilakukan dengan pilihan metode: ceramah & tanya jawab, dialog, demonstrasi, konseling, bimbingan, kerja kelompok, dan lain-lain.
Bina Suasana dapat dilakukan dengan metode-metode: penggunaan media massa, dialog, debat, seminar, kampanye, petisi/ resolusi, mobilisasi, dan lain-lain.
Advokasi dapat dilakukan dengan pilihan metode: seminar, lobi, dialog, negosiasi, debat, petisi/resolusi, mobilisasi, dan lain-lain.Masing-masing metode memiliki keunggulan dan kelemahan, sehingga penggunaan gabungan beberapa metode sering dilakukan untuk memaksimalkan hasil.

Sarana komunikasi
Jika penerima informasinya berupa individu tertentu, dapat digunakan media seperti lembar-balik (flashcards), gambar-gambar/foto-foto dan skema yang berupa lembaran-lembaran.Jika penerima informasinya berupa kelompok tertentu, dapat digunakan lembar-balik ukuran lebih besar, pertunjukan slides (melalui overhead projector, slide projector, komputer & LCD projector, atau lainnya), dan pertunjukan filem (melalui film projector, VCD player, komputer & LCD projector, atau lainnya).Jika penerima informasinya berupa masyarakat umum atau individu-individu dan kelompok-kelompok di mana pun  berada (tidak tertentu), dapat digunakan poster, leaflet, flyer, majalah, koran, buku, siaran radio, dan tayangan televisi.

7.Menyusun Rencana Evaluasi

a.Evaluasi Proses

Evaluasi digunakan untuk mengetahui program promosi kesehatan tersebut berhasil atau tidak. Evaluasi proses ini dilakukan dari mulai awal perencanaan sampai evaluasi, apakah evaluasi tersebut berjalan sesuai dengan rencana yang telah dibuat atau tidak.

b.Evaluasi Hasil

Evaluasi ini bisa dikatakan suatu evaluasi untuk menentukan hasil akhir dengan target yang telah ditetapkan. Evaluasi hasil ini meliputi hasil akhir, sementara, hasil yang didapatkan saat proses berlangsung.

8. Jadwal Kegiatan

No. Kegiatan Minggu I Minggu II Minggu III Minggu IV Minggu V
1. Tahap persiapan 11 Mei 2009
2. Tahap pelaksanaan 12 Mei 2009 18 Mei 2009 25 Mei 2009 1  Juni 2009 8 Juni 2009
3. Evaluasi 13 Juni 2009

Leave a Reply